
Harga Minyak Anjlok Drastis: Dampak Tarif Trump, Tindakan Balasan China, dan Keputusan OPEC
0 menit baca
Pasar minyak global kembali diguncang oleh serangkaian peristiwa yang saling terkait.
Pada perdagangan hari Jumat (4/4/2025), harga patokan minyak Brent ditutup di angka $65,58 per barel, mengalami penurunan sebesar 6,5%—angka terendah sejak Agustus 2021.
Sementara itu, minyak jenis WTI juga tercatat jatuh 7,4% hingga mencapai $61,99 per barel, menandakan penurunan yang signifikan sejak tahun 2021.
Dalam dua hari terakhir, penurunan harga mencapai angka yang mengkhawatirkan, dengan Brent ambruk 12,5% dan WTI turun 13,6%.
Situasi ini tidak lepas dari dampak tiga faktor utama yang saling mempengaruhi.
Pertama, kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menaikkan tarif ke level tertinggi dalam lebih dari satu abad.
Kedua, tindakan balasan dari China yang memberlakukan tarif tambahan sebesar 34% pada semua barang impor dari AS, mengakibatkan ketegangan perdagangan yang semakin memanas.
Terakhir, keputusan OPEC juga turut berperan dalam tekanan harga, memicu kekhawatiran investor akan potensi resesi global.
Penurunan tajam harga minyak ini didorong oleh kombinasi kebijakan proteksionis dan dinamika geopolitik.
Kebijakan tarif yang diberlakukan oleh AS dan balasan tarif dari China semakin memperburuk iklim perdagangan global. Situasi ini membuat investor semakin pesimis, terutama di tengah kekhawatiran akan resesi global.
Selain itu, keputusan OPEC yang mempengaruhi suplai dan permintaan di pasar turut menambah beban harga minyak.
Penurunan harga minyak tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga menular ke komoditas lain seperti gas alam, kedelai, dan emas. Pasar saham global pun menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan.
Bank investasi JPMorgan kini memperkirakan peluang resesi global mencapai 60% pada akhir tahun, naik dari prediksi sebelumnya sebesar 40%.
Penurunan harga minyak ini telah menciptakan tekanan besar di pasar keuangan dunia, menandakan bahwa krisis ekonomi global mungkin semakin mendekat jika situasi tidak segera teratasi.
Langkah-langkah kebijakan yang diambil oleh negara-negara besar dan penyesuaian strategi oleh OPEC akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan harga minyak ke depan.
Para pelaku pasar dan investor kini sangat mengamati perkembangan terbaru dengan seksama, berharap adanya sinyal pemulihan dalam waktu dekat.(*)