INFO TERKINI :
WEB UTAMA
Drama Harga Emas Antam Ambruk: Imbas Pergerakan Global pada Pasar Emas

Drama Harga Emas Antam Ambruk: Imbas Pergerakan Global pada Pasar Emas

 Di tengah dinamika pasar logam mulia, harga emas Antam yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan signifikan pada hari Sabtu (5/4/2025). 


Di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, harga emas turun sebesar Rp38.000, sehingga harga tercatat mencapai Rp1.781.000 per gram—angka terendah dalam delapan hari terakhir. 
Drama Harga Emas Antam Ambruk/(ilustrasi/@pixabay)

Penurunan harga ini terjadi setelah emas Antam sempat memecahkan rekor pada Kamis lalu di angka Rp1.836.000 per gram, sehingga pergerakan harian ini menjadi salah satu yang paling drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Selain harga jual, harga buyback emas juga merosot, dengan posisi berada di Rp1.633.000 per gram, turun sebesar Rp38.000. 

Penurunan ini sejalan dengan pelemahan emas global, di mana harga emas di pasar dunia ditutup pada posisi US$ 3.037,36 per troy ons, mengalami penurunan sebesar 2,42% pada perdagangan terakhir. 

Tren penurunan ini memperpanjang tren buruk yang telah terlihat dalam pekan ini, sekaligus mengakhiri tren positif yang berlangsung selama empat pekan sebelumnya.

Harga emas Antam yang merosot tajam mengindikasikan adanya tekanan yang kuat di pasar domestik. 

Masyarakat yang gemar investasi emas kini dihadapkan pada kondisi harga yang tidak menentu. 

Kondisi ini diperparah dengan adanya fluktuasi yang tajam dalam waktu singkat, sehingga para investor harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan jual beli emas. 

Penurunan sebesar Rp38.000 per gram merupakan angka yang cukup signifikan, menandakan bahwa pasar sedang berada dalam fase koreksi.

Selain faktor internal pasar, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh dinamika global. 

Pelemahan harga emas dunia, yang sempat tertekan akibat sentimen negatif di pasar saham dan pergerakan nilai tukar, turut mempengaruhi harga emas lokal. 

Perubahan situasi geopolitik dan kebijakan ekonomi dari negara-negara besar menjadi salah satu faktor utama yang mendorong investor untuk mencari alternatif investasi yang lebih aman, sehingga harga emas pun tertekan. 

Dampak ini terlihat jelas dalam penurunan harga buyback yang juga mengalami anjlok.

Meskipun kondisi saat ini menunjukkan tren penurunan, para analis optimis bahwa pasar emas memiliki potensi untuk kembali stabil apabila terjadi perubahan sentimen global dan perbaikan situasi ekonomi. 

Para investor disarankan untuk selalu memantau perkembangan pasar dan mengambil langkah yang bijak dalam menghadapi gejolak harga emas.(*)
BERITA TERKINI
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
IKLAN