
Selama Ramadan, Pembelajaran di Sekolah akan Dipersingkat
Proses pembelajaran selama bulan Ramadan akan dipersingkat. Hal ini untuk menyesuaikan dengan kondisi peserta didik yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun sudah mengatur jadwal pembelajaran agar tidak terlalu membebani peserta didik. Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Salim Somad mengatakan, bahwa proses pembelajaran harus memperhatikan kondisi peserta didik yang sedang berpuasa.
“Mari kita perkuat beberapa hal yang telah diatur dalam surat edaran bersama. Sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan lancar, efektif dan bernilai ibadah dalam penanaman karakter peserta didik,” kata Salim, Jumat (21/2/2025).
Selain mengatur jadwal pembelajaran yang lebih singkat, poin berikutnya adalah materi pembelajaran harus tetap relevan dengan kurikulum. Serta materi juga perlu diperkaya dengan nilai-nilai tinggi dari makna ibadah di bulan Ramadhan.
Ia menambahkan, surat edaran tersebut juga memfasilitasi tenaga pendidik untuk memilih variasi metode pembelajaran sehingga peserta didik tidak mudah bosan. Bahkan mampu menjadikan proses belajar menjadi sebuah kebutuhan.
Widyaprada Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Abdul Halim Muharam menambahkan, praktik pembelajaran di bulan Ramadan perlu memperhatikan durasi jam pembelajaran. Termasuk jenis aktivitas (teori atau praktik), dan diintegrasikan dengan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.